3/22/2015

Konsumsi ASI bikin Bayi lebih Cerdas

By: afif yulma On: 9:05 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,- Ada yang menarik dari sebuah penelitian yang melibatkan 3.500 bayi di Brasil. Ilmuwan menemukan, bayi yang mengonsumsi ASI lebih lama ternyata memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi.

    Yang menarik, seperti diberitakan BBC, Jumat (20/3/2015) penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Lancet belum lama ini melihat ada beberapa faktor lain yang berdampak pada kecerdasan si kecil selain ASI misalnya pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan berat badan saat kelahiran.

    "Penelitian ini menawarkan wawasan yang unik karena bayi yang diteliti terdiri dari semua lapisan masyarakat. Sehingga kami melihat, kemungkinan bayi ini memiliki gaji yang tinggi dan menyelesaikan sekolahnya lebih baik," jelas peneliti utama, Dr Bernardo Lessa Horta dari Federal University of Pelotas.

    Horta juga percaya, ASI juga menawarkan keuntungan jangka panjang yang baik bagi perkembangan otak anak. 

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyatakan, menyusui merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Teorinya pemberian ASI eksklusif wajib diberikan sampai usia enam bulan, tetapi prakteknya kurang dari 40 persen bayi tidak menyusui di seluruh dunia.
    sumber : liputan6

    Permukaan Laut Diprediksi Mencapai Harmoni Jakarta pada 2050

    By: afif yulma On: 8:38 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,- Indonesia dikaruniai sumber daya air yang berlimpah, dengan memiliki 6 persen potensi air dunia atau 21 persen potensi air di Asia Pasifik.
    Adapun yang menjadi sumber air bersih adalah sungai, air bawah tanah dan curah hujan. Ironisnya, dari tahun ke tahun Indonesia terus mengalami krisis air bersih, baik secara kualitas maupun kuantitas.
    Eperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (22/3/2015), eksploitasi air yang tak terkendali serta maraknya pencemaran menjadi penyebab yang paling menonjol. Eksploitasi air tanah misalnya, selain menguras sumber air bersih juga menyebabkan berbagai kerusakan antara lain penurunan permukaan tanah.

    Contoh yang paling ekstrem adalah di Jakarta. Ibukota memegang rekor tertinggi di dunia, dalam hal penurunan permukaan tanah. Di atas Mexico City, Yokohama dan Bangkok.

    Permukaan tanah di Jakarta mengalami penurunan, rata-rata 10,8 centimeter per tahun. Bahkan di kawasan pesisir Jakarta Utara, penurunan bisa mencapai 28 centimeter per tahun. Penyebab utama penurunan permukaan tanah adalah eksploitasi air tanah selain juga dipengaruhi aktivitas tektonik.

    Tentu saja hal tersebut membutuhkan penanganan dan antisipasi yang serius, agar tidak semakin memburuk. 

    Jika dibiarkan saja, maka permukaan air laut akan naik, dan tanpa langkah antisipasi, maka pada tahun 2050 diprediksi permukaan laut bisa mencapai kawasan Harmoni. Pada saat itu, 13 sungai dan kanal di Jakarta tak bisa secara bebas mengalirkan air ke laut karena permukaan laut lebih tinggi.

    Selain persoalan itu, pencemaran juga menjadi masalah utama bagi ketersediaan air bersih. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 60 persen sungai di Indonesia tercemar, baik oleh bahan organik maupun bakteri penyebab diare. 

    Biasanya ini lebih banyak terjadi di perkotaan. Contohnya di Jakarta, 13 sungai yang membelah Ibukota, serta 70 persen air tanahnya tercemar bakter e-coli.

    Tingginya pencemaran mengakibatkan banyak warga yang tidak bisa mengakses air bersih.

    Data bank dunia tahun 2006 memperlihatkan dari 230 juta penduduk Indonesia, baru 47 persen yang memiliki akses terhadap air bersih. Artinya lebih setengah penduduk Indonesia kesulitan mengakses air bersih dan hidup dalam lingkungan yang tidak sehat.

    Hari Air yang jatuh pada hari ini seharasusnya menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran, bahwa kualitas dan ketersediaan air harus dijaga demi kebutuhan bersama, lingkungan hidup dan generasi anak-cucu kita. (Dan/Riz)
    sumber : liputan6

    Keturunan 'Wong Jawa' di Suriname Jadi Dokter Hingga Capres

    By: afif yulma On: 8:21 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,- Walau berjarak sangat jauh, ikatan historis antara Indonesia dan Suriname begitu erat. Bahkan salah seorang warga keturunan Indonesia Raymond Sapoen akan segera bertarung dalam Pemilihan Presiden negara di Benua Amerika itu.

    Raymond bercerita, di negaranya warga keturunan Indonesia berperan sangat penting. Bekerja sebagai polisi hingga dokter.

    Keterangan tersebut disampaikan Raymond ketika menjawab pertanyaan dari  beberapa warga Indonesia melalui Facebook BBC Indonesia.

    "Walaupun faktanya warga keturunan Indonesia di Suriname terdiri dari 15% (dari total 500.000 jiwa penduduk), kami sangat terwakili dari semua lapisan masyarakat," ucap Raymond yang pernyataannya dikutip dari BBC, Sabtu (21/3/2015).

    "Mulai dari dokter, guru, polisi, pengusaha, politik, mereka yang bergerak di industri serta finansial," kata Raymond.

    Meski mengakui kebanyakan warga keturunan Indonesia di Suriname berasal dari Jawa, Raymond mengatakan ada juga warga keturunan berasal dari daerah lain di tanah air. Seperti Sumatera.

    "Ada beberapa imigran dari Sumatra namun saya harus mencari tahu lebih lanjut," tutur Raymond.

    Raymond Sapoen merupakan warga Suriname keturunan Banyumas, Jawa Tengah. Dalam satu kesempatan dia pun menegaskan dirinya siap maju jadi orang nomor satu di negara yang juga dijajah Belanda ini.

    "Aku tinggal di Suriname, anakku telu, lanang....Aku arep dadi presiden Republik Suriname, partaiku jenengane Pertjaja Luhur (anak saya tiga, saya mencalonkan diri jadi presiden dari Partai Pertjaja Luhur)," kata Raymond.


    Walaupun sudah tiga generasi tinggal di Suriname, ia mengaku tetap menggunakan bahasa Jawa dengan orang tua dan juga anak-anaknya.

    "Kami tidak menggunakan bahasa Indonesia, namun bahasa Jawa. Orang tua saya bicara bahasa Jawa. Anak-anak saya dalam pendidikannya menggunakan bahasa Belanda, namun di rumah kami berbahasa Jawa.”

    "Ini budaya kami, kebiasaan kami, dan kami harus merangkulnya karena bagian dari identitas kami,” katanya lagi.

    Raymond sebelumnya pernah menjabat menteri perdagangan dan industri dari 2012 sampai akhir 2014 dan menjadi menteri pendidikan pada 2010 dan 2012. Saat ini, Raymond Sapoen merupakan kader partai oposisi, Partai Pertjaja Luhur dan tengah berkampanye untuk Pemilihan Presiden Suriname yang bakal dilangsungkan pada tanggal 25 Mei mendatang.

    Informasi soal Raymond terkait asal usul keturunan asal Banyumas pertama kali dilontarkan oleh seorang warga keturunan Belanda yang kini bermukim di Desa Karangbanjar, Purbalingga, Arie Grobbee.

    Dia menuturkan, kakek buyut Raymond Sapoen diduga berasal dari Desa Kanding di Banyumas, Jawa Tengah. Hal itu ia ketahui setelah menghubungi seorang temannya di Belanda, August de Man, begitu melihat ada kata 'Sapoen' pada Raymond Sapoen, beberapa waktu lalu.

    "Teman saya memberikan data mengenai siapa jati diri Sapoen beserta fotonya. Saya kaget, ternyata dari data arsip yang dimiliki Pemerintah Belanda tersebut, Sapoen berasal dari Desa Kanding, Banyumas. Data tersebut menyebutkan bahwa Sapoen berangkat dari Batavia pada 1928 ke Suriname. Waktu itu, tempat yang dituju adalah Paramaribo," jelasnya.

    Pada data di situs Arsip Nasional Belanda yang ditelusuri BBC, ditemukan nama Sapoen dalam daftar warga Hindia Belanda yang dikirim pemerintah kolonial Belanda ke Suriname.

    Dalam daftar tersebut dijelaskan bahwa Sapoen diberangkatkan ke Paramaribo pada 30 Juni 1928 menggunakan kapal bernama Merauke II. Asal Sapoen dari Desa Kanding, Banyumas juga disebutkan.
    Dari data arsip pemerintahan Belanda, sepanjang 1920-1928 ada sebanyak 2.665 warga di Karesidenan Banyumas yang berangkat ke Suriname. Mereka dipekerjakan oleh Belanda di sektor pertanian dan perkebunan.(Ger/Ein)

    sumber : liputan6

    Juragan Beras Ciracas Tewas Ditembak Begal

    By: afif yulma On: 8:19 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,-  Komplotan begal beraksi di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur Sabtu petang tadi. Seorang korban bernama Rahmat (55) tewas akibat ditembak dan dibacok. Tak hanya itu, uang milik korban juga digondol pelaku.

    Kapolsek Ciracas Kompol Djitu Martono mengatakan, setelah kejadian, Rahmat ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Tas yang dibawanya juga tidak ada di lokasi.

    "Tas ini tidak ada di TKP. Menurut keluarga itu berisi uang," ujar Djitu di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (21/3/2015).

    Polisi saat ini memeriksa sejumlah saksi mata dan meminta keterangan dari pihak keluarga. Kapolres mengaku belum mengetahui jumlah uang yang dibawa korban yang diketahui sebagai juragan beras itu. Sementara sepeda motor korban kini diamankan di Mapolsek Ciracas.

    "Kami masih terus melakukan pendalaman. Pelaku juga masih dalam pengejaran," jelas dia.

    Peristiwa yang menimpa Rahmat terjadi pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu, Rahmat yang sedang berkendara sendiri tiba-tiba dipepet oleh 4 orang yang mengendarai 2 sepesa motor berbeda.

    Para pelaku lalu melepaskan peluru 2 kali ke Rahmat. Tak hanya itu, pelaku juga membacok dengan senjata tajam. Akibatnya, Rahmat mengalami luka tembak dan bacok di tubuhnya. "Korban mengalami luka tembak pada pinggang kiri dan luka bacok pada lengan kiri dan meninggal dunia," jelas dia.

    Jenazah Warga Jalan Beli RT 011/09 Cijantung Pasar Rebo, Jakarta timur itu akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini tengah memburu pelaku. (Riz)

    sumber : liputan6

    3/04/2015

    Tips: 'Cara mudah Deteksi Apkah Air sudah tercemar Atau Jernih'

    By: afif yulma On: 7:19 PM
  • Bagikan
  • Waspada Bahaya Tersimpan dalam Pipa Air AndaPos-Solo,- Tahukah Anda bahwa, menurut Kementerian ESDM RI, hingga tahun 2015 jumlah pemenuhan kebutuhan air bersih secara nasional hanya mencapai angka 68.90 persen? Penyebab kesulitan pemenuhan air bersih tersebut terutama disebabkan oleh pencemaran air yang makin menjadi terutama oleh bakteri Ecoli.
    Pencemaran air dapat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan sistem perekonomian dan industri, faktor perubahan iklim akibat pemanasan global, atau penggunaan peralatan instalasi air yang mengandung zat berbahaya, menurut Frenky Tansanjaya, Brand Marketing and Strategic POWER Pipe & Fitting.
    "Kita sering melupakan adalah kandungan bahan-bahan berbahaya dalam jaringan pipa yang digunakan untuk instalasi air di rumah kita. Hal ini bisa memengaruhi tingkat kemurnian air," ujar Product Specifier POWER, Septian, saat Peluncuran Produk Pipa, Fitting, dan Talang pada Selasa (3/3/2015), di Jakarta.
    Dr. Ir. Roh Santoso Budi Waspodo, M.T, dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor, menjelaskan bahwa kondisi air terbagi menjadi empat. Kondisi pertama adalah air yang dapat langsung dikonsumsi. Kondisi kedua adalah air yang dapat dikonsumsi setelah dimasak. Kondisi ketiga adalah air yang tidak dapat dikonsumsi, biasa dipakai untuk pertanian. Sementara, kondisi terakhir adalah air yang benar-benar tidak dapat dikonsumsi.
    "Cara mudah mengetahui apakah air sudah tercemar atau belum ketika menyiramkan air ke tanaman, apakah tanaman tersebut mengalami perubahan yang buruk, seperti layu," terang Roh saat ditemui dalam acara tersebut. Selain menggunakan tanaman, Roh menuturkan bahwa memasukkan ikan mas dalam air juga bisa membantu dalam mengidentifikasi apakah air telah tercemar atau belum.
    "Ikan mas adalah ikan yang paling sensitif. Kalau ikan mas itu mati, ya sudah, pasti air di daerah itu sudah tercemar," pungkas Roh kembali.

    Sumber : liputan6

    Penyakit Jantung pun Bisa menyerang Anak Kecil

    By: afif yulma On: 7:15 PM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,-Penyakit jantung identik dengan gangguan yang dialami orang dewasa dan tua. Tapi, rupanya, di zaman sekarang ini penyakit jantung juga menyerang mereka yang masih muda maupun anak kecil sekalipun.
    Seperti disampaikan oleh Pendiri Rumah Echo yang juga konsultan jantung anak, dr Piprim B Yanuarso, Sp.A (K), kelainan  jantung pada anak atau penyakit jantung bawaan sangat berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa pada umumnya.

    "Kalau penyakit jantung pada anak, dari lahir sudah kelainan. Apakah itu bocor, penyempitan, jantung terbalik dan sebagainya. Sedangkan pada orang dewasa, sejak lahir jantung sudah normal. Hanya karena misalnya nggak banyak gerak atau tidak olahraga, merokok saat dewasa terkena jantung koroner," kata Piprim saat ditemui tim Health-Liputan6.com di Rumah Vaksin, Jakarta Timur, Sabtu (13/9/2014).

    Khusus pada kasus kelainan jantung anak, kata Piprim, harus dikoreksi cepat karena anak memiliki golden period atau masa emas dalam tumbuh kembangnya. Sehingga jika tidak ditangani dengan cepat, anak akan cacat, lemah dan cenderung mengakibatkan kematian muda.

    "Ada masa emas ( gold periode ) dalam mengobati penyakit jantung bawaan yaitu umur 0-5 tahun. Setelah masa itu sudah sulit dilakukan operasi atau tindakan. Sehingga anak bisa saja cacat. Kasihan kan. Kita jadi lost generation, kehilangan generasi penerus dan jadi beban bagi masyarakat," jelasnya.

    Meski penderita penyakit jantung bawaan bisa hidup lebih lama, namun menurut Piprim ia hanya hidup dengan penderitaan. "Ia tidak bisa bersaing dengan anak lainnya, lemah. Lari sedikit nggak kuat. Miris kan. Maka itu, perlu deteksi dini sejak bayi lahir agar tidak memiliki penyakit jantung bawaan."

    sumber : liputan6

    Penyakit Jantung pada Anak Tak Selalu Muncul dengan Gejala Membiru

    By: afif yulma On: 7:08 PM
  • Bagikan
  • Penyakit Jantung Pada Anak Tak Selalu Muncul Gejala BiruPos-Solo,- Jakarta Penyakit jantung bawaan lahir atau congenital heart disease memang paling sering dijumpai pada anak. Namun gejalanya ternyata tak selalu disertai munculnya warna biru pada tubuh anak.

    Seperti disampaikan oleh Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Hasril Hadis, SpJP(K), FIHA penyakit jantung anak ini biasanya sudah terjadi sejak kehamilan dan banyak macamnya, ada yang biru dan tidak biru.

    "Penyakit jantung bawaan pada anak ada yang biru dan tidak biru. Kalau biru, biasanya terlihat pada bibir dan tangan disertai sesak. Tapi ada kondisi lain yang tidak biru yang gejalanya tidak langsung terlihat," kata Hasril (4/3/2015).

    Penyakit jantung tidak biru ini, lanjut Hasril, baru bisa diketahui pada saat anak melakukan konsultasi ke dokter. Dan jenisnya bisa bermacam-macam, seperti Paten Ductus Arteriosus (PDA), Atrial Septal Defect (ASD) dan Vantrical Septal Defect (VSD).

    "Penyakit jantung pada anak bisa ketahuan pas dewasa atau setelah beberapa tahun baru muncul keluhan. Untuk mencegahnya, segera periksakan anak bila dia mengalami sesak serta penurunan berat badan," Jelasnya