3/22/2015

Permukaan Laut Diprediksi Mencapai Harmoni Jakarta pada 2050

By: afif yulma On: 8:38 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,- Indonesia dikaruniai sumber daya air yang berlimpah, dengan memiliki 6 persen potensi air dunia atau 21 persen potensi air di Asia Pasifik.
    Adapun yang menjadi sumber air bersih adalah sungai, air bawah tanah dan curah hujan. Ironisnya, dari tahun ke tahun Indonesia terus mengalami krisis air bersih, baik secara kualitas maupun kuantitas.
    Eperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (22/3/2015), eksploitasi air yang tak terkendali serta maraknya pencemaran menjadi penyebab yang paling menonjol. Eksploitasi air tanah misalnya, selain menguras sumber air bersih juga menyebabkan berbagai kerusakan antara lain penurunan permukaan tanah.

    Contoh yang paling ekstrem adalah di Jakarta. Ibukota memegang rekor tertinggi di dunia, dalam hal penurunan permukaan tanah. Di atas Mexico City, Yokohama dan Bangkok.

    Permukaan tanah di Jakarta mengalami penurunan, rata-rata 10,8 centimeter per tahun. Bahkan di kawasan pesisir Jakarta Utara, penurunan bisa mencapai 28 centimeter per tahun. Penyebab utama penurunan permukaan tanah adalah eksploitasi air tanah selain juga dipengaruhi aktivitas tektonik.

    Tentu saja hal tersebut membutuhkan penanganan dan antisipasi yang serius, agar tidak semakin memburuk. 

    Jika dibiarkan saja, maka permukaan air laut akan naik, dan tanpa langkah antisipasi, maka pada tahun 2050 diprediksi permukaan laut bisa mencapai kawasan Harmoni. Pada saat itu, 13 sungai dan kanal di Jakarta tak bisa secara bebas mengalirkan air ke laut karena permukaan laut lebih tinggi.

    Selain persoalan itu, pencemaran juga menjadi masalah utama bagi ketersediaan air bersih. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 60 persen sungai di Indonesia tercemar, baik oleh bahan organik maupun bakteri penyebab diare. 

    Biasanya ini lebih banyak terjadi di perkotaan. Contohnya di Jakarta, 13 sungai yang membelah Ibukota, serta 70 persen air tanahnya tercemar bakter e-coli.

    Tingginya pencemaran mengakibatkan banyak warga yang tidak bisa mengakses air bersih.

    Data bank dunia tahun 2006 memperlihatkan dari 230 juta penduduk Indonesia, baru 47 persen yang memiliki akses terhadap air bersih. Artinya lebih setengah penduduk Indonesia kesulitan mengakses air bersih dan hidup dalam lingkungan yang tidak sehat.

    Hari Air yang jatuh pada hari ini seharasusnya menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran, bahwa kualitas dan ketersediaan air harus dijaga demi kebutuhan bersama, lingkungan hidup dan generasi anak-cucu kita. (Dan/Riz)
    sumber : liputan6

    Keturunan 'Wong Jawa' di Suriname Jadi Dokter Hingga Capres

    By: afif yulma On: 8:21 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,- Walau berjarak sangat jauh, ikatan historis antara Indonesia dan Suriname begitu erat. Bahkan salah seorang warga keturunan Indonesia Raymond Sapoen akan segera bertarung dalam Pemilihan Presiden negara di Benua Amerika itu.

    Raymond bercerita, di negaranya warga keturunan Indonesia berperan sangat penting. Bekerja sebagai polisi hingga dokter.

    Keterangan tersebut disampaikan Raymond ketika menjawab pertanyaan dari  beberapa warga Indonesia melalui Facebook BBC Indonesia.

    "Walaupun faktanya warga keturunan Indonesia di Suriname terdiri dari 15% (dari total 500.000 jiwa penduduk), kami sangat terwakili dari semua lapisan masyarakat," ucap Raymond yang pernyataannya dikutip dari BBC, Sabtu (21/3/2015).

    "Mulai dari dokter, guru, polisi, pengusaha, politik, mereka yang bergerak di industri serta finansial," kata Raymond.

    Meski mengakui kebanyakan warga keturunan Indonesia di Suriname berasal dari Jawa, Raymond mengatakan ada juga warga keturunan berasal dari daerah lain di tanah air. Seperti Sumatera.

    "Ada beberapa imigran dari Sumatra namun saya harus mencari tahu lebih lanjut," tutur Raymond.

    Raymond Sapoen merupakan warga Suriname keturunan Banyumas, Jawa Tengah. Dalam satu kesempatan dia pun menegaskan dirinya siap maju jadi orang nomor satu di negara yang juga dijajah Belanda ini.

    "Aku tinggal di Suriname, anakku telu, lanang....Aku arep dadi presiden Republik Suriname, partaiku jenengane Pertjaja Luhur (anak saya tiga, saya mencalonkan diri jadi presiden dari Partai Pertjaja Luhur)," kata Raymond.


    Walaupun sudah tiga generasi tinggal di Suriname, ia mengaku tetap menggunakan bahasa Jawa dengan orang tua dan juga anak-anaknya.

    "Kami tidak menggunakan bahasa Indonesia, namun bahasa Jawa. Orang tua saya bicara bahasa Jawa. Anak-anak saya dalam pendidikannya menggunakan bahasa Belanda, namun di rumah kami berbahasa Jawa.”

    "Ini budaya kami, kebiasaan kami, dan kami harus merangkulnya karena bagian dari identitas kami,” katanya lagi.

    Raymond sebelumnya pernah menjabat menteri perdagangan dan industri dari 2012 sampai akhir 2014 dan menjadi menteri pendidikan pada 2010 dan 2012. Saat ini, Raymond Sapoen merupakan kader partai oposisi, Partai Pertjaja Luhur dan tengah berkampanye untuk Pemilihan Presiden Suriname yang bakal dilangsungkan pada tanggal 25 Mei mendatang.

    Informasi soal Raymond terkait asal usul keturunan asal Banyumas pertama kali dilontarkan oleh seorang warga keturunan Belanda yang kini bermukim di Desa Karangbanjar, Purbalingga, Arie Grobbee.

    Dia menuturkan, kakek buyut Raymond Sapoen diduga berasal dari Desa Kanding di Banyumas, Jawa Tengah. Hal itu ia ketahui setelah menghubungi seorang temannya di Belanda, August de Man, begitu melihat ada kata 'Sapoen' pada Raymond Sapoen, beberapa waktu lalu.

    "Teman saya memberikan data mengenai siapa jati diri Sapoen beserta fotonya. Saya kaget, ternyata dari data arsip yang dimiliki Pemerintah Belanda tersebut, Sapoen berasal dari Desa Kanding, Banyumas. Data tersebut menyebutkan bahwa Sapoen berangkat dari Batavia pada 1928 ke Suriname. Waktu itu, tempat yang dituju adalah Paramaribo," jelasnya.

    Pada data di situs Arsip Nasional Belanda yang ditelusuri BBC, ditemukan nama Sapoen dalam daftar warga Hindia Belanda yang dikirim pemerintah kolonial Belanda ke Suriname.

    Dalam daftar tersebut dijelaskan bahwa Sapoen diberangkatkan ke Paramaribo pada 30 Juni 1928 menggunakan kapal bernama Merauke II. Asal Sapoen dari Desa Kanding, Banyumas juga disebutkan.
    Dari data arsip pemerintahan Belanda, sepanjang 1920-1928 ada sebanyak 2.665 warga di Karesidenan Banyumas yang berangkat ke Suriname. Mereka dipekerjakan oleh Belanda di sektor pertanian dan perkebunan.(Ger/Ein)

    sumber : liputan6

    Juragan Beras Ciracas Tewas Ditembak Begal

    By: afif yulma On: 8:19 AM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,-  Komplotan begal beraksi di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur Sabtu petang tadi. Seorang korban bernama Rahmat (55) tewas akibat ditembak dan dibacok. Tak hanya itu, uang milik korban juga digondol pelaku.

    Kapolsek Ciracas Kompol Djitu Martono mengatakan, setelah kejadian, Rahmat ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Tas yang dibawanya juga tidak ada di lokasi.

    "Tas ini tidak ada di TKP. Menurut keluarga itu berisi uang," ujar Djitu di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (21/3/2015).

    Polisi saat ini memeriksa sejumlah saksi mata dan meminta keterangan dari pihak keluarga. Kapolres mengaku belum mengetahui jumlah uang yang dibawa korban yang diketahui sebagai juragan beras itu. Sementara sepeda motor korban kini diamankan di Mapolsek Ciracas.

    "Kami masih terus melakukan pendalaman. Pelaku juga masih dalam pengejaran," jelas dia.

    Peristiwa yang menimpa Rahmat terjadi pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu, Rahmat yang sedang berkendara sendiri tiba-tiba dipepet oleh 4 orang yang mengendarai 2 sepesa motor berbeda.

    Para pelaku lalu melepaskan peluru 2 kali ke Rahmat. Tak hanya itu, pelaku juga membacok dengan senjata tajam. Akibatnya, Rahmat mengalami luka tembak dan bacok di tubuhnya. "Korban mengalami luka tembak pada pinggang kiri dan luka bacok pada lengan kiri dan meninggal dunia," jelas dia.

    Jenazah Warga Jalan Beli RT 011/09 Cijantung Pasar Rebo, Jakarta timur itu akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini tengah memburu pelaku. (Riz)

    sumber : liputan6

    3/04/2015

    Tips: 'Cara mudah Deteksi Apkah Air sudah tercemar Atau Jernih'

    By: afif yulma On: 7:19 PM
  • Bagikan
  • Waspada Bahaya Tersimpan dalam Pipa Air AndaPos-Solo,- Tahukah Anda bahwa, menurut Kementerian ESDM RI, hingga tahun 2015 jumlah pemenuhan kebutuhan air bersih secara nasional hanya mencapai angka 68.90 persen? Penyebab kesulitan pemenuhan air bersih tersebut terutama disebabkan oleh pencemaran air yang makin menjadi terutama oleh bakteri Ecoli.
    Pencemaran air dapat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan sistem perekonomian dan industri, faktor perubahan iklim akibat pemanasan global, atau penggunaan peralatan instalasi air yang mengandung zat berbahaya, menurut Frenky Tansanjaya, Brand Marketing and Strategic POWER Pipe & Fitting.
    "Kita sering melupakan adalah kandungan bahan-bahan berbahaya dalam jaringan pipa yang digunakan untuk instalasi air di rumah kita. Hal ini bisa memengaruhi tingkat kemurnian air," ujar Product Specifier POWER, Septian, saat Peluncuran Produk Pipa, Fitting, dan Talang pada Selasa (3/3/2015), di Jakarta.
    Dr. Ir. Roh Santoso Budi Waspodo, M.T, dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor, menjelaskan bahwa kondisi air terbagi menjadi empat. Kondisi pertama adalah air yang dapat langsung dikonsumsi. Kondisi kedua adalah air yang dapat dikonsumsi setelah dimasak. Kondisi ketiga adalah air yang tidak dapat dikonsumsi, biasa dipakai untuk pertanian. Sementara, kondisi terakhir adalah air yang benar-benar tidak dapat dikonsumsi.
    "Cara mudah mengetahui apakah air sudah tercemar atau belum ketika menyiramkan air ke tanaman, apakah tanaman tersebut mengalami perubahan yang buruk, seperti layu," terang Roh saat ditemui dalam acara tersebut. Selain menggunakan tanaman, Roh menuturkan bahwa memasukkan ikan mas dalam air juga bisa membantu dalam mengidentifikasi apakah air telah tercemar atau belum.
    "Ikan mas adalah ikan yang paling sensitif. Kalau ikan mas itu mati, ya sudah, pasti air di daerah itu sudah tercemar," pungkas Roh kembali.

    Sumber : liputan6

    Penyakit Jantung pun Bisa menyerang Anak Kecil

    By: afif yulma On: 7:15 PM
  • Bagikan
  • Pos-Solo,-Penyakit jantung identik dengan gangguan yang dialami orang dewasa dan tua. Tapi, rupanya, di zaman sekarang ini penyakit jantung juga menyerang mereka yang masih muda maupun anak kecil sekalipun.
    Seperti disampaikan oleh Pendiri Rumah Echo yang juga konsultan jantung anak, dr Piprim B Yanuarso, Sp.A (K), kelainan  jantung pada anak atau penyakit jantung bawaan sangat berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa pada umumnya.

    "Kalau penyakit jantung pada anak, dari lahir sudah kelainan. Apakah itu bocor, penyempitan, jantung terbalik dan sebagainya. Sedangkan pada orang dewasa, sejak lahir jantung sudah normal. Hanya karena misalnya nggak banyak gerak atau tidak olahraga, merokok saat dewasa terkena jantung koroner," kata Piprim saat ditemui tim Health-Liputan6.com di Rumah Vaksin, Jakarta Timur, Sabtu (13/9/2014).

    Khusus pada kasus kelainan jantung anak, kata Piprim, harus dikoreksi cepat karena anak memiliki golden period atau masa emas dalam tumbuh kembangnya. Sehingga jika tidak ditangani dengan cepat, anak akan cacat, lemah dan cenderung mengakibatkan kematian muda.

    "Ada masa emas ( gold periode ) dalam mengobati penyakit jantung bawaan yaitu umur 0-5 tahun. Setelah masa itu sudah sulit dilakukan operasi atau tindakan. Sehingga anak bisa saja cacat. Kasihan kan. Kita jadi lost generation, kehilangan generasi penerus dan jadi beban bagi masyarakat," jelasnya.

    Meski penderita penyakit jantung bawaan bisa hidup lebih lama, namun menurut Piprim ia hanya hidup dengan penderitaan. "Ia tidak bisa bersaing dengan anak lainnya, lemah. Lari sedikit nggak kuat. Miris kan. Maka itu, perlu deteksi dini sejak bayi lahir agar tidak memiliki penyakit jantung bawaan."

    sumber : liputan6

    Penyakit Jantung pada Anak Tak Selalu Muncul dengan Gejala Membiru

    By: afif yulma On: 7:08 PM
  • Bagikan
  • Penyakit Jantung Pada Anak Tak Selalu Muncul Gejala BiruPos-Solo,- Jakarta Penyakit jantung bawaan lahir atau congenital heart disease memang paling sering dijumpai pada anak. Namun gejalanya ternyata tak selalu disertai munculnya warna biru pada tubuh anak.

    Seperti disampaikan oleh Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Hasril Hadis, SpJP(K), FIHA penyakit jantung anak ini biasanya sudah terjadi sejak kehamilan dan banyak macamnya, ada yang biru dan tidak biru.

    "Penyakit jantung bawaan pada anak ada yang biru dan tidak biru. Kalau biru, biasanya terlihat pada bibir dan tangan disertai sesak. Tapi ada kondisi lain yang tidak biru yang gejalanya tidak langsung terlihat," kata Hasril (4/3/2015).

    Penyakit jantung tidak biru ini, lanjut Hasril, baru bisa diketahui pada saat anak melakukan konsultasi ke dokter. Dan jenisnya bisa bermacam-macam, seperti Paten Ductus Arteriosus (PDA), Atrial Septal Defect (ASD) dan Vantrical Septal Defect (VSD).

    "Penyakit jantung pada anak bisa ketahuan pas dewasa atau setelah beberapa tahun baru muncul keluhan. Untuk mencegahnya, segera periksakan anak bila dia mengalami sesak serta penurunan berat badan," Jelasnya

    3/03/2015

    ‘Rokok Elektronik’ Solusi untuk Berhenti Merokok, Tapi Tetap Ada Efek Sampingnya!

    By: afif yulma On: 6:17 AM
  • Bagikan
  • ‘Rokok Elektronik’ Dipakai untuk Berhenti Merokok, Tapi Tetap Ada Efek Sampingnya!


    Berhenti merokok merupakan hal yang tidak sulit dibayangkan, oleh mereka yang tidak merokok. Tapi bagi mereka para perokok, terutama perokok berat, berhenti merokok adalah bagaikan cita-cita mulia setinggi langit yang sulit digapai. Berbagai cara dipikirkan dan dilakukan untuk melepaskan diri dari jerat rokok. Salah satunya adalah ‘Rokok Elektronik’.


    Pos-Solo,- Seiring dengan perjalanan waktu, popularitas rokok elektronik makin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun lagi-lagi, embel-embel ‘elektrik’ sebenarnya tak mengurangi bahaya rokok jenis ini bagi kesehatan. Artinya, kehadiran rokok elektronik harus tetap mengedepankan kehati-hatian ketika memutuskan untuk menjalani terapi ini.
    Apabila membaca, The New England Journal of Medicine baru-baru ini, para peneliti mempublikasikan bahwa rokok elektronik melepaskan ‘formaldehida’. Zat tersebut bisa menjadi penyebab kanker (karsinogen) ketika dipanaskan dengan baterai yang diatur pada tegangan tinggi. Inilah yang harus menjadi concern penting bagi para perokok.
    Lebih jauh, pada 28 Januari, Departemen Kesehatan Masyarakat California, AS, merilis sebuah laporan yang menyatakan rokok elektronik merupakan ancaman bagi kesehatan dan menyerukan regulasi terhadapnya. Artinya, pada akhirnya jangan-jangan rokok elektronik akan tinggal kenangan dalam sejarah manusia berusaha menemukan cara terbaik untuk berhenti merokok.

    Apa saja isinya?

    Pada kenyataannya, tidak mudah menjawab pertanyaan tentang apa saja isi dari rokok elektronik. Belum ada badan atau otoritas di berbagai negara yang mengawasi industri rokok ini. Itu berarti, belum ada standar yang ditetapkan! Label yang tertera pun tak menjabarkan bahan-bahannya secara akurat, bahkan satu merk akan berbeda dengan merk lainnya.
    Akhirnya, para peneliti memilih untuk mengumpulkan berbagai jenis rokok elektrik dan dibongkar satu persatu, Hasil dari penelitian Food and Drug Administration (FDA) AS terhadap 18 jenis rokok elektrik, menemukan adanya racun dan zat karsinogenik pada beberapa merk. Faktanya, semua rokok elektronik umumnya dilabeli ‘tanpa nikotin’, dan kenyatannya justru mengandung nikotin. Label ‘tanpa nikotin’ dikuatirkan lebih memenuhi kebutuhan dan strategi marketing, ketimbang aspek kesehatan.

    Cairan elektrik

    Cairan yang juga dikenal dengan e-juice ini merupakan nama cairan yang dipanaskan dan dikonversi menjadi aerosol, lalu dihirup oleh para pengguna rokok elektrik.
    Berikut adalah bahan yang paling umum:

    1. Nikotin

    Bahan adiktif dalam rokok elektrik dan rokok biasa ini menstimulasi sistem saraf pusat dan meningkatkan tekanan darah, pernapasan, serta detak jantung. “Orang-orang merokok karena nikotin,” ujar peneliti sekaligus pakar tembakau dari Roswell Park Cancer Institute Buffalo, Maciej Goniewicz.
    “Meskipun adiktif, sebenarnya nikotin tak menyebabkan kanker. Hal yang perlu lebih diperhatikan yakni zat lain yang ada di dalam cairannya,” kata Goniewicz.

    2. Perasa

    Goniewicz juga menjelaskan, ada ratusan rasa pada cairan rokok elektik, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, dan tembakau. Banyak zat perasa ini yang juga digunakan pada makanan.
    “Ketika kita makan (zat perasa) aman, tetapi kita tidak tahu apa yang terjadi jika kita menghirupnya,” terangnya.
    Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa, namun salah satunya bernama ‘diacetyl’,  umum digunakan untuk menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup.  Zat kimia lainnya yang menambah rasa seperti butter (mentega) juga berbahaya, jelas mantan anggota Komite Penasihat Ilmiah Produk Tembakau dari FDA, Neal Benowitz.

    3. Propylene glycol (PG)

    Zat ini adalah cairan buatan laboratorium yang dianggap aman dalam makanan, obat-obatan, dan kosmetik oleh FDA. PG juga digunakan dalam membuat asap atau kabut buatan untuk konser dan pertunjukan lainnya. Namun asapnya bisa mengiritasi paru-paru dan mata, serta berbahaya bagi orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis, seperti asma dan emfisema.

    4. Glyserin atau gliserol

    Merupakan senyawa tak berbau dan tak berwarna, namun memiliki rasa sedikit manis. Seperti PG, FDA memandangnya aman. Senyawa ini ditemui di banyak produk, termasuk maknan dan obat-obatan, baik dalam resep mau pun yang dijual bebas.
    Meskipun PG dan gliserol aman dalam makanan dan obat-obatan, efeknya bagi tubuh jika dihirup masih belum diketahui. “Kami tidak tahu apa yang terjadi jika seseorang menghirup zat kimia tersebut dalam jangka waktu lama. Benar-benar belum diketahui,” kata Goniewicz.

    Proses pemanasan

    Zat kimia beracun terbentuk dari cairan elektrik yang dipanaskan untuk membentuk aerosol yang dihirup oleh pengguna rokok elektronik. Zat tersebut termasuk formaldehida (karsinogen), acetaldehyde (penyebab karsinogen), dan acrolein (terbentuk dari gliserol yang dipanaskan, dapat merusak paru-paru dan menyebabkan penyakit jantung pada perokok).
    Ketiganya terlepas dalam jumlah yang terus meningkat seiring dengan peningkatan suhu cairan elektronik. Benowitz menambahkan, perokok bisa tergoda untuk makin meningkatkan suhunya.
    “Sayangnya, semakin panas cairan itu, nikotin akan semakin banyak diperoleh. Orang yang ingin mendapat nikotin berdosis besar dapat menggunakan baterai tegangan baterai sangat tinggi atau baterai dengan tegangan yang bisa disesuaikan,” katanya.
    Goniewicz mengatakan bahwa zat perasa akan menutupi rasa tidak enak yang muncul ketika perokok memanaskan rokok elektriknya, hingga formaldehida terbentuk.
    Partikel kecil dalam aerosol rokok elektronik bisa berbahaya. Benowitz mengungkapkan, ini jelas serupa dengan kasus asap rokok dan polusi udara lainnya yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah, peradangan, dan efek pada sistem saraf.
    Aerosol dari rokok elektronik memiliki tingkat partikulat yang setara dengan rokok biasa. Namun, penelitian masih kurang cukup terhadap rokok elektronik untuk membuktikan kesimpulan tentang keamanan menghirup partikel yang terbentuk.
    Logam beracun seperti timah, nikel, kadmium, timbal, dan merkuri pun telah ditemukan dalam aerosol rokok elektronik. Sebuah penelitian pada tahun 2013 membuktikan bahwa beberapa logam seperti nikel terjadi pada konsentrasi 2 hingga 100 kali lipat dari rokok.
    Jadi, apakah rokok ini aman? “Itu semua relatif,” ujar Benowitz. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang ada saat ini, sebenarnya rokok elektronik lebih berbahaya dari rokok biasa.
    Menurut Asosiasi Paru Amerika, rokok biasa menghasilkan sekitar 7000 zat kimia saat dibakar dan banyak diantaranya beracun. Sementara itu rokok elektronik tidak begitu berbahaya bagi perokok pasif.
    Pengguna rokok elektronik menghembuskan sedikit apa yang mereka isap, terang Benowitz. Alat mereka tak memancarkan aerosol. Rokok, sebaliknya, mencemari udara dan paru-paru orang lain secara signifikan.

    Pengeditan Team dengan sumber : isigood